Rabu, 22 April 2009

Boss-mu belum menjadi boss-mu


Mengapa kita tiba-tiba
menjadi orang yang santun
dan tahu membalas budi
kepada mereka yang pernah setetes saja
melepas jasa pada kita...
hanya karena mereka kita anggap "lebih terhormat"

Sedang kepada Allah
yang telah mencurahkan lautan nikmat
kita selalu menjadi
patung-patung membisu

Mengapa hanya sekedar manusia
karena jabatannya,
karena terkenalnya,
karena kekuasaan strukturalnya
kita menjadi sungkan-isasi..
kita menjadi malu-malu dan tunduk tersipu...

atau




kita menjadi bangga dan merasa megah...
jika bertemu dengannya,
jika mengenalnya,
jika bisa akrab dengannya,

lalu rela melayani
lalu rela mengorbankan
apa yang kita punya
dari waktu terbaik
dari pikiran terbaik
dari tenaga terbaik
berjuang meraih simpatinya
berusaha dicatat baik olehnya (padahal sering justru
dia lupa mencatatnya)

sedang kepada Allah
Yang Maha Agung
Raja dari segala isi semesta
kita tidak rela
boring
keras dan kaku
untuk menyembah-Nya
bercengkrama denganNya (tanpa terusik)
memburu simpatiNya

Tuhan, Tunjukkan tempat dan jalan hidup
aku bisa menjadikanMu bossKu

Heru utomo

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 21 Mei 2008

Asuransi Kredit Perdagangan

Seperti biasa, setiap hari pasti saja ada yg mampir ke kantor saya sebagai kunjungan dari relasi dan klien bisnis kami , Hari ini saya kedatangan relasi yang sudah saya kenal sejak lama. Pak Ade ,masih muda tapi sudah malang melintang di industri asuransi dan sebagai pelabuhan terakhir beliau bekerja disebuah perusahaan yg menjamin kredit asuransi.
Ngobrol ngalor ngidul sambil tertawa tawa mengingat cerita cerita masa lalu sewaktu masih bergrilya di industri asuransi kerugian menjadi bahan pembicaraan yang seru untuk diingat ingat dengan beliau. Sampai akhirnya topic pembicaraan membahas tentang usaha dan permodalan.
Saya sendiri sebetulnya masih awam tentang asuransi kredit yang memang notabennya masih kurang popular di kalangan asuransi dan pengusaha. Setelah bertanya dan mendapat sedikit gambaran, ternyata ini peluang yang sangat bagus untuk para pengusaha dalam hal ini produsen untuk melebarkan sayap dalam pendistribusian produknya.


Sedikit yang saya tangkap dari penjelasan beliau bahwa ada asuransi yang menjamin suatu produk yg dihasilkan produsen yg akan di lempar ke distributor tanpa si produsen harus takut karena produknya tersebut tidak dibayar oleh distributor. Produk asuransi ini disebut Asuransi Kredit Pedagangan adalah Memberikan proteksi atas risiko gagalnya pembayaran dari pembeli (Distributor/Agen) terhadap Suplier (Pabrikan/Distributor) untuk sejumlah barang yang telah diberikan kepada Suplier / Pembeli.

Salah satu contoh yang mengunakan produk asuransi kredit perdagangan ini adalah Produsen extra joss, pada awal pendistribusian produsen extra joss hanya mengantongi produksi penjualan di kisaran ratusan juta rupiah, setelah mendapatkan bimbingan dan mengembangkan sayap pendistribusian dengan mengunakan produk asuransi kredit perdagangan , saat ini mengantongi produksi penjualan dalam hitungan milyaran….woow……

Setelah sukses Asuransi Jiwa kredit kumpulan, saat ini saya dan beliau berencana ingin mempopulerkan Asuransi Kredit Perdagangan,...semoga sukses juga,..amin.

Salam,
Agus Priatna


[+/-] Selengkapnya...

Dari si "Raja Selimut"

Saya punya saudara yang memililiki bisnis cukup bagus, dan dia juga seorang seniman. Sambilannya sangat menarik yakni menjadi penghibur di kafe2, mall atau di hotel2 papan atas...lewat musik-musik yang dia tabuh dan lagu-lagu di nyanyikan. Dia bisa bernyanyi dan bisa memainkan musik apa saja dari Jazz yang terbaru hingga lagu2nya Inul pun dia bisa...
"Kapan dia berlatih itu semua..? Kapan dia menghafat lagu-lagu terbaru dan menurut kami sulit banget ditiru itu..?"
Kadang dia hanya meminjam kaset dari seorang kawan saya yang lain yang penggemar jazz...dia dengarkan 1-2 kali, membaca text inggrisnya sekilas....dan hasilnya dia bisa tampil membawakan lagu dengan applaus yang sangat bagus....wow...

Kepada kawan2 profesinya seniman maupun yang tahu mengenai seni, Penari, Penyanyi dan Pelukis, ketika secara langsung maupun tersamar saya bertanya
"Bagaimana mereka bisa menghasilkan sesuatu yang sangat bagus dan indah seperti itu..?"

Ternyata nasehat mereka hampir sama..!


"Jangan ragu menarik garis..semua lukisan indah, dan tidak ada lukisan yang salah.
Apapun yang kamu lukis kalau kamu melakukan dengan sepenuh hati, dan menurut kamu indah maka itu akan dilihat sebagai lukisan yang menawan dimata orang lain..."

"Jangan ragu untuk mengeluarkan suaramu, tidak usah berpikir jangan-jangan fales, jangan-jangan sember, indah apa tidak ya di telinga ditelinga orang lain..?Temen, apapun yang kamu nyanyikan, kalau kamu menyanyi dengan sepenuh hati...maka bersuara seperti apapun itu menjadi nada-nada yang indah pula ditelinga orang lain..."

"Jangan jangan membatasi gerakan tubuhmu dengan maksud agar terlihat elok dilihat orang lain..bergeraklah sesuka hatimu dan itulah tarianmu yang paling indah"

Ternyata semua ada garis merah...bisnis itu ibarat nyanyian, ibarat tarian, lukisan bahkan seperti sebuah petualangan...jangan terpengaruh oleh suara-suara sumbang mengenai remehnya komoditi yang anda jual...nikmatilah bisnisnya...

Rasakan nikmatnya bertemu dengan orang-orang yang berbeda, nikmati kehebatan anda menenteng kerupuk udang ke pelanggan anda, meski anda adalah lulusan MM Gadjah Mada, UI ITB, ITS atau Harvard misalnya...

Rasakan indahnya kata-kata anda ketika menerangkan produk yang anda bawa...
Meski pada akhirnya pembeli menggelengkan kepala, tegakkahlah kepala dan bersyukurlah..karena membuka mulut anda menerangkan dagangan anda adalah nkmat dan prestasi yang luar biasa...meski anda seorang dokter spesialis dan jualan anda di sela-sela kesibukan andalah jualan sprei atau bantal misalnya...

Saat ini saya menyaksikan banyak sahabat-sahabat yang berbisnis bak mereka menari, menyanyi dan berpetualang...tabungan mereka sudah besar, gaji mereka tinggi, dan seharusnya gengsi mereka lebih tinggi lagi..tapi tanpa malu-malu menenteng keripik singkong ke kantor...

Saya punya bos yang kaya raya di kantorku dulu yang memiliki beberapa apartemen dan di kontrak-kontrakkan mahasiswa-mahasiswa di Australia, namun begitu beliau masih pede membawa kue-kue dan ditawarkan kepada saya juga kantor....
"Ini adalah petualngan, bagian dari hidup saya yang tidak bisa dinilai dengan uang katanya.."

So kepada anda yang masih takut-takut, malu, di belenggu gengsi padahal sebenernya hati anda kepengen seperti ini..just do it...mulailah dan lakukanlah mulai sekarang...mulailah menari...apapun komoditi anda...kalau anda sudah bisa berbisnis laksana menari...meski saat ini komoditi yang anda jual hanya sandal jepit, suatu saat nanti anda bisa berbisnis apapun...!

Saya YAKIN akan hal ini...dan sudah membuktikannya.
Cobalah anda kontak istri saya...siapa menyangka istri saya saat ini bisa berbisnis sesuatu yang tadinya mustahil..yakni berbisnis TRIPLEK...!

Ya..TRIPLEK KAYU yang sering nempel di plafon kita.
Kok Bisa..? Berawal dari bisnis baju muslim dan selimut, karena menikmati petualangannya...tidak terasa dia menjadi piawai ngobrol dengan orang, meyakinkan customer, menghadapai komplain pelanggan dan sebagaianya...sehingga ketika pada suatu hari istri saya tidak sengaja main ke pabrik kayu lapis bersama kakak ipar saya, naluri bisnis mulai main...

"Boleh enggak ikutan masarin triplek anda..?" kata istri dan ini membuat saya kaget..tapi belakangan saya lebih kaget lagi karena istri bener-bener bisa berjualan triplek di kampung memasok ke toko2 material yang dimiliki engkong-engkong....dan mendapat hasil yang menurut di kampung sangat lumayan...!

Tahukah anda..? Jarak antara pabrik itu dengan toko engkong2 itu hanya sepeminum teh saja...tapi istri bisa ambil triplek di pabrik ukuran 3 mm misalnya, yang harganya 31ribu dan dijual 34ribu..!
Beda cuman 4 ribu..? Memang...tapi kalau satu toko sebulan belinya 500 lembar..? dan dilakukan hanya dengan main2..? dan di kampung yang sejuk dan dingin lagi..? apa enggak lumayan...? abis itu ambil barang ke pabriknya enggak perlu modal lagi, karena sudah ada donatur yang menjadi penyandang dana....apa enggak lebih lumayan lagi..?

Ya...semua berawal dari hal yang sepele....anggap bisnis anda sebagai petualangan yang paling indah dalam hidup anda...dan anda akan terkejut akan hasil didalamnya..

Semoga anda terinspirasi...

Sumber : Hadi Kuntoro
www.rajaselimut.com

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 20 Mei 2008

Assalamualikum Wr, Wb.

Semua berawal dari niat yang kuat untuk bisa belajar mengelola suatu kegiatan usaha sedini mungkin, maka kami coba untuk memperkenalkan produk produk kami.
Ucapan terima kasih kepada teman teman komunitas "Tangan Di Atas" ( TDA ) yang telah memotivasi untuk selalu berusaha dan menebar rahmat.

Tak lupa dukungan keluarga besar kami yaitu orang tua, saudara ,Istri dan anak anakku tercinta yg ikut berperan dan turut serta dalam mendukung apa yang saya lakukan.

Semua semua ini tentu atas kehendak Allah SWT yang telah memberikan segala galanya kepada kami, Syukur Alhamdulillah...

Wassalam,
Agus Priatna

[+/-] Selengkapnya...